Dec 6, 2008.

Lyon: Fête des Lumieres 2008


Setiap tanggal 8 Desember setiap tahunnya, Kota Lyon merayakan hari terimakasih kepada Bunda Maria atas keselamatan Kota Lyon dari wabah penyakit yang terjadi pada tahun 1643. Perayaan ini dilakukan untuk memperingati hari dimana Kota Lyon disucikan oleh Bunda Maria

Kalau Jakarta merayakan hari jadinya dengan melangsungkan PRJ (Pekan Raya Jakarta), Lyon melangsungkan
Fête des Lumieres (bacanya fet de lumiyer) atau dalam bahasa indo-nya, Pesta Cahaya (Fête = Pesta, Lumieres = Cahaya)

Karena tahun ini tanggal 8 Desember jatuh pada hari senin, maka perayaan hari jadi Kota Lyon dilangsungkan mulai dari hari jumat tanggal 5 desember hingga senin tanggal 8 desember

Pada masa lampau, perayaan ini menggunakan lilin yang dinyalakan oleh Lyonnais (bacanya
lyongne), dimulai sekitar jem 6 sore di jendela2 rumah mereka. Kemudian mulai jem 8 malam, sebagian besar penduduk keluar dari rumah dan turun ke jalan2 dan bergembira. Cat: Lyonnais adalah sebutan untuk penduduk kota lyon

Karena namanya pesta cahaya, maka kemeriahan perayaan ini baru tampak pada malam hari. Lampu2 dihiasi di jalan2. Lampu2 tersebut menggantikan lilin yang digunakan pada masa lampau

Acara yang hanya berlangsung staon skali ini kelihatannya cukup menarik, maka gw mo coba liat2 ada apa aja di fête des lumieres taon ini. Pusat perayaannya ada di pusat kota, yang waktu tempuhnya kira2 45 menit dari asrama gw


Tujuan pertama gw adalah pusat kota Lyon, yaitu daerah Bellecour. Suhu udara tebakan gw sekitar 5-10 derajat celcius, tapi ternyata tetep disana rame banget. Bellecour yang normalnya sebuah tempat umum, sebuah lapangan luas dengan patung Louis XIV di tengah2 lapangan tersebut, kali ini disulap menjadi pasar malam plus komidi putar. Buat naek komidi putar diatas, per orang dikenai 6 euro


Warung2 yang menjual makanan/minuman di lapangan Bellecour. Minuman yang dijual cukup bervariasi. Namun dari pengamatan gw, yang paling banyak dijual adalah
vin chaud, alias anggur hangat. Minuman lainnya seperti jus dan bir juga banyak dijual. Setelah itu gw mulai melangkah ke jalan2 utama lainnya di seputaran pusat kota


Suasana di jalan2 kota lyon, di kiri kanan jalan umumnya toko2. Hanya beberapa toko makanan yang tetap buka, tentunya untuk meraup rejeki lebih dari event setahun sekali ini. Umumnya makanan yang dijual adalah creep, sandwich, kebab, kue2, dan roti

Di pohon2 yang daunnya dah pada rontok, dipasang lampu2 dimana antara satu jalan dengan jalan lainnya, warna lampu dan dekorasinya berbeda2, bagus banget lampu2nya


Kalo ini salah satu sudut bangunan yang didekorasi dengan lampu merah temaram. Mengesankan suasana kesepian


Yang ini, air mancur di samping jembatan. Selain itu, jalan kecil di samping jembatan juga dihias dengan lampu2



Kalo ini gw kurang taw apa, mungkin sejenis orgel? (Gambar atas, tampak depan; Gambar bawah, tampak belakang) Yang jelas alat antik ini memainkan musik, seperti kotak musik kali yah

Caranya memainkan musik cukup unik. Ada lembaran kontinu bolong2 yang seperti kertas dimasukkan dari kiri (lihat tumpukan dikiri) dan keluar di kanan. Kemudian ada alat yang membaca lembaran tersebut (ditengah) dan memainkan melodi. Lalu, ada alat untuk memutar agar proses tersebut terus berlangsung

Kalo ada bnyak waktu sebenernya enak juga duduk2 di situ sambil dengerin musik
dari alat itu, tapi berhubung pengen muter2, jadi gaq lama2 dsitu


Didepan gedung teater, ditampilkan gambar dari proyektor yang diiringi suara tanpa narasi. Berdurasi sekitar 5 menit setiap kali diputar. Area ini termasuk yang menurut gw paling ramai



Abis muter2, gaq terasa tiba2 dah hampir jem 11. Gw membalikkan langkah untuk mengejar bis kedua sebelum terakhir yang bakal segera berangkat untuk kembali ke asrama tercinta

~Mi~ blogger-emoticon.blogspot.com

2 Komentar:


juliach said...

J'aimerais bien d'y aller, mais il fait froid...brrrr



Mi said...

@juliach
Iya, emang dingin, tapi kalo gaq kluar2, saya bisa gla di kamar, hahaha


Post a Comment