Dec 4, 2008.

Laskar Pelangi Lain di Nusantara

Membaca buku laskar pelangi karya Andrea Hirata (yang juga telah difilmkan oleh Riri Riza dan Mira Lesmana), yang berlatar tahun 80an tentunya membuat banyak orang miris mengenai nasib pendidikan di Indonesia. Gedung sekolah tak layak, jarak sekolah yang terlalu jauh dari rumah, belum lagi perlengkapan dan biaya uang sekolahnya

Tantangan berat tersebut bukan hanya dialami oleh anak2 laskar pelangi tersebut, tapi terlebih guru2 dari anak2 tersebut. Mereka benar2 pendidik sejati. Bukan seorang realis yang hidup dari gaji semata, karena dari gaji tidak ada yang bisa diharapkan

Oh well, tapi itu tahun 80an kan? Saat ini orang2 yang hidup di kota2 besar tidak tahu bahwa di banyak daerah bahwa waktu tidak berjalan. Gaq percaya? Coba liat cuplikan dari youtube berikut




Disaat anak2 di kota2 besar sudah pake komputer untuk berhitung atau membuat presentasi. Ternyata masi ada anak2 dibagian lain indonesia yang bahkan gaq pnya fasilitas untuk menulis, gaq pnya akses mudah ke pendidikan

Belajar angka dari gambar

Gaq ada papan tulis, bak pasirpun jadi

Jarak sekolah yang teramat jauh

Mengapa waktu tetap gaq berjalan?

Salah sapa ini? Jangan hanya salahkan pemerintah. Tentu ini juga salah kita sebagai sesama manusia Indonesia, sebagai sesama anak bangsa yang gaq peduli sesama anak bangsa lainnya. Mengutip dari UUD 45

Pasal 31

(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya

Bersyukurlah bagi kita yang masih bisa menikmati pendidikan. Masi bisa menikmati internet, karena itu merupakan berkat yang sangat besar

Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia demikian kata Nidji dalam lagunya laskar pelangi. Ini kesempatan bagi kita manusia muda indonesia untuk menunjukkan kepedulian kita sebagai sesama anak bangsa

Gw bermimpi
minimal ada 1 sekolah setiap 1 desa dengan 2 guru di tiap sekolah



~Mi~

0 Komentar:

Post a Comment